CARAPOLITIK.COM | Bantuan kemanusiaan sebesar USD 500.000 atau sekitar Rp8,34 miliar dari Tahir Foundation untuk rakyat Palestina bukan hanya ekspresi kepedulian.
Langkah humanis ini memperkuat positioning politik sosial dan reputasi global Tahir Foundation sebagai lembaga filantropi yang konsisten di isu kemanusiaan lintas batas.
Pendiri Tahir Foundation, Dato’ Sri Tahir, menyerahkan secara simbolis bantuan kemanusiaan untuk Palestina kepada Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Zuhair Al-Shun di kantor Kedutaan Besar Palestina, Menteng, Jakarta, Selasa, 30 September 2025, lalu.
Dalam momen itu, Tahir tampak mengenakan kaffiyeh — selendang khas Palestina — sebagai simbol solidaritas.
Tahir menegaskan bahwa aksi ini lahir dari keprihatinan mendalam atas situasi kemanusiaan di Gaza yang tak kunjung membaik.
“Mereka mengalami kehidupan yang sangat buruk. Setiap malam saya menonton Al Jazeera International, dan saya tidak pernah melihat satu detik pun gambar yang baik. Yang saya lihat hanyalah anak-anak menangis, memohon makanan, dan terbunuh,” ucapnya dikutip dari inilah.com. Rabu, 15 Oktober 2025/22 Rabiul Akhir 1447 H.
Tahir Foundation menegaskan posisi sebagai aktor non-negara yang mampu memengaruhi citra Indonesia di mata dunia.
Dalam situasi global yang sarat sensitivitas politik, bantuan ke Palestina menempatkan yayasan ini sebagai representasi moral dari solidaritas Indonesia terhadap isu kemanusiaan dunia Islam.
“Saya selalu mengatakan kepada anak-anak saya, mimpi saya adalah jika bisa menjejakkan kaki di Gaza. Duduk bersama anak-anak dan perempuan tak bersalah di sana, itu akan sangat membahagiakan,” ujar Tahir.
Meski belum bisa hadir langsung, Tahir memastikan bantuan tersebut terarah dan berdampak. Dana akan disalurkan ke An-Najah National University Hospital, salah satu rumah sakit utama di Palestina, untuk mendukung pengadaan peralatan medis, obat-obatan, layanan onkologi, bedah, dan pemulihan pasien.
“Untuk saat ini, kami hanya bisa memberikan dukungan di bidang logistik dan layanan kesehatan. Semoga ini bisa sedikit meringankan penderitaan rakyat Palestina,” pungkasnya.
Secara politik, langkah ini menunjukkan bagaimana Tahir memainkan diplomasi moral melalui filantropi — menguatkan posisi Tahir Foundation sebagai kekuatan sosial yang relevan dalam percakapan global tentang kemanusiaan, Islam, dan peran moral Indonesia di ranah publik internasional.[]















