CARAPOLITIK.COM | Polwan Polda Banten menggelar kampanye bertajuk “Rise and Speak” di SMPN 9 Kota Serang, Senin, 15 September 2025/23 Rabiul Awal 1447 H.
Tema utamanya: Menolak Segala Bentuk Tindak Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak.
Acara ini menjadi panggung edukasi publik sekaligus pesan politik: Polri hadir mengisi ruang pembinaan generasi muda di sekolah.
Berdasarkan rilis yang diterima redaksi carapolitik.com, kegiatan ini dihadiri Kabag Watpers Biro SDM Polda Banten AKBP Arninsi, Kepala Dinas DP3AKB Banten Dr. Dra. Sitti Ma’ani Nina, jajaran Polwan Polda Banten, guru, dan ratusan murid SMPN 9 Kota Serang.
Kehadiran lintas institusi ini menegaskan bahwa kampanye ini bukan acara seremonial biasa.
Ini adalah kolaborasi simbolik antara kepolisian dan institusi pendidikan untuk menggarap basis generasi muda.
Format acara jauh dari kesan kaku. Ada sesi motivasi, diskusi interaktif, hingga edukasi tentang:
* Pencegahan kenakalan remaja
* Penyalahgunaan narkoba
* Bahaya ujaran kebencian di dunia maya
Para pelajar tidak hanya duduk mendengar, melainkan juga didorong untuk berani menyampaikan pendapat.
AKBP Arninsi menegaskan: “Melalui kampanye ‘Rise and Speak’, kami ingin para pelajar tidak hanya berani berbicara, tetapi juga mampu menyampaikan gagasan yang membangun serta menginspirasi.”
Di tengah maraknya kasus kekerasan seksual, bullying, dan ujaran kebencian di media sosial, kampanye ini punya nilai strategis.
* Bagi Polri: memperluas peran bukan hanya sebagai penegak hukum, tapi juga sebagai agen pembinaan moral.
* Bagi sekolah: memberi ruang bagi siswa untuk belajar berpendapat tanpa takut distigma.
Pesan implisitnya jelas: siapa pun yang abai terhadap isu perlindungan anak akan dianggap melawan arus besar kebijakan negara.
Respon siswa cukup positif. Banyak yang mengaku lebih percaya diri dalam menyampaikan pendapat, baik di kelas maupun di media sosial.
Mereka juga lebih sadar bahwa keberanian berbicara harus diiringi etika berkomunikasi.
Di akhir acara, AKBP Arninsi menegaskan kembali harapannya: “Dengan adanya kampanye ini, kami berharap generasi muda dapat tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, berani, dan berintegritas, sehingga mampu berkontribusi positif bagi bangsa dan negara.”
Edukasi atau Kontrol Sosial?
Secara politis, “Rise and Speak” adalah strategi komunikasi Polri untuk menancapkan pengaruh di ruang pendidikan.
Di satu sisi, kampanye ini memberi ruang bagi generasi muda untuk berani bicara.
Di sisi lain, narasi “berani tapi terkendali” menunjukkan bahwa keberanian itu tetap diarahkan dalam koridor negara.
Polri tidak sekadar mengajarkan keberanian, tapi juga menanamkan batas: berani berbicara, asal tetap menjaga etika, norma, dan kepentingan stabilitas.
Dengan begitu, kampanye ini bukan sekadar edukasi sosial, melainkan bentuk kontrol halus atas ruang ekspresi generasi muda.[]
(Foto: ilustrasi perempuan berani bicara | freepik)







