Ada Jokowi, Isu Antikorupsi, Program Sosial dan Basis Gen Z
CARAPOLITIK.COM | Hasil survei nasional yang dirilis Indikator Politik Indonesia menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto mencapai 79,9 persen pada awal 2026, menjadikannya salah satu approval rating tertinggi di fase awal pemerintahan presiden pascareformasi.
Survei dilakukan oleh Indikator Politik Indonesia dan dipaparkan langsung oleh Founder sekaligus Peneliti Utama, Burhanuddin Muhtadi. Data memotret adanyarespons politik dari Wakil Ketua MPR RI Fraksi PAN, Eddy Soeparno.
Pemaparan hasil survei dilakukan di Jakarta, sementara data dikumpulkan secara nasional dengan menjangkau responden di berbagai wilayah Indonesia.
Survei dilaksanakan pada 15–21 Januari 2026, dan dipublikasikan kepada publik pada 19 Sya’ban 1447 Hijriah, bertepatan dengan 8 Februari 2026 Masehi.
Tingginya tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo dinilai mencerminkan persepsi positif masyarakat terhadap arah kebijakan pemerintah di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian. Menurut Burhanuddin Muhtadi, angka 79,9 persen tergolong sangat tinggi untuk ukuran seorang presiden pada tahun-tahun awal kekuasaan, bahkan melampaui tingkat kepuasan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono pada 2004 dan Presiden ke-7 Joko Widodo pada 2014.
Faktor lain yang mendorong tingginya approval rating adalah kesinambungan modal politik, di mana Prabowo tidak hanya bertumpu pada basis elektoralnya sendiri, tetapi juga dukungan politik dari Presiden sebelumnya, Joko Widodo.
Berdasarkan rincian survei, sebanyak 13 persen responden menyatakan “sangat puas” dan 66,9 persen “puas” terhadap kinerja Presiden Prabowo. Sementara itu, 17,1 persen menyatakan “kurang puas”, 2,2 persen “tidak puas sama sekali”, dan 0,8 persen tidak menjawab. Survei melibatkan 1.220 responden WNI berusia minimal 17 tahun melalui metode wawancara tatap muka, dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sekitar 2,9 persen.
*
Alasan utama kepuasan publik didominasi isu pemberantasan korupsi (17,5 persen), diikuti penilaian bahwa Presiden Prabowo sering memberikan bantuan kepada masyarakat (15,6 persen), memiliki program kerja yang baik (11 persen), serta menunjukkan hasil kerja yang nyata (10,5 persen). Data ini menegaskan bahwa kepuasan publik lebih banyak bersumber dari persepsi kebijakan substantif, bukan sekadar simbolik.
*
Basis kepuasan tertinggi datang dari kalangan Generasi Z, yang sejak Pilpres 2024 menjadi tulang punggung elektoral Prabowo. Exit poll Indikator mencatat 71 persen pemilih Gen Z memilih Prabowo pada Pilpres 2024, dan basis ini relatif konsisten dalam menilai kinerja pemerintahannya. Dukungan politik ini diperkuat oleh respons elite, seperti Eddy Soeparno, yang menilai kebijakan Presiden Prabowo berada “on the right track”, khususnya melalui program Makan Bergizi Gratis dan Sekolah Rakyat yang dinilai selaras dengan amanat konstitusi dan prinsip no one is left behind.
*Tingkat kepuasan publik sebesar 79,9 persen menempatkan Presiden Prabowo pada posisi politik yang kuat di awal pemerintahannya. Namun, angka ini sekaligus menjadi beban ekspektasi. Konsistensi kebijakan, keberlanjutan program sosial, dan ketegasan dalam pemberantasan korupsi akan menjadi penentu apakah dukungan publik ini dapat dipertahankan, atau justru terkikis oleh realitas implementasi kekuasaan.[]















