CARAPOLITIK.COM | Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto akan naik ke podium Sidang Majelis Umum PBB di New York, 23 September 2025.
Jadwalnya tak main-main: Ia bicara di urutan ketiga, setelah Brasil dan Amerika Serikat.
Artinya, dunia akan langsung mengukur kualitas kepemimpinan Indonesia di awal sesi.
Masalahnya, isi pidato masih jadi rahasia negara.
“Ada beberapa prioritas, saya tentunya belum bisa share mengenai pidato Bapak Presiden. Kita tunggu pada saat bocoran tapi yang sangat menonjol dan akan kita angkat antara lain dinamika global saat ini, termasuk serangan terhadap satu negara berdaulat, yaitu Qatar. Pasti juga isu Palestina akan dibawa,” kata Dirjen Kerja Sama Multilateral Kemlu, Tri Tharyat (11/9), sebagaimana dikutip pada Sabtu, 13 September 2025.
Prabowo disebut akan menyampaikan Asta Cita sebagai visi besar.
“Kesempatan Sidang Majelis Umum PBB menjadi kesempatan yang sangat baik untuk terus mendorong pelaksanaan program-program dan visi Asta Cita Bapak Presiden,” ujar Tri.
Ia juga menyinggung agenda reformasi sistem multilateral dan “semangat Bandung” sebagai jargon politik luar negeri Indonesia.
Tapi retorika bukan tantangan utamanya.
Selama di New York, Indonesia dibanjiri 176 undangan pertemuan bilateral, dari isu iklim, nuklir, kemanusiaan, pemberdayaan perempuan, sampai Palestina.
Tumpukan agenda ini bisa jadi peluang emas—atau jebakan yang memperlihatkan kelemahan diplomasi Indonesia jika hanya hadir tanpa isi.
Pertanyaan tajamnya: apakah Prabowo siap memanfaatkan panggung dunia sebagai presiden RI dan tidak hanya bicara normatif di luar negeri?
Urutan ketiga setelah AS jelas bukan hadiah, melainkan ujian.
Dunia ingin melihat apakah Asta Cita hanya jargon domestik, atau sungguh bisa diterjemahkan jadi strategi global.
Jika gagal tampil meyakinkan, Prabowo akan dicatat hanya sebagai presiden baru yang kebetulan mendapat mikrofon PBB.
Tapi kalau berhasil, Ia bisa membuka babak baru: Indonesia yang bukan sekadar pengikut narasi besar, melainkan pemain yang mampu mendikte arah percakapan global.[]
(Foto hanya ilustrasi kehadiran Presiden Prabowo Subianto di kancah internasional. Ia berdiri bersama Vladimir Putin, Xi Jinping, Kim Jong Un, dan Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev, menyaksikan parade militer Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang Perlawanan Rakyat di Lapangan Tiananmen, Beijing, Rabu 3 September 2025./setneg)















