CARAPOLITIK.COM | Aksi pembakaran sekolah di Kiwirok oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali menandai rapuhnya stabilitas politik di Papua.
Insiden ini bukan sekadar kejahatan bersenjata, tapi sinyal kuat bahwa wilayah paling timur Indonesia itu masih menjadi arena tarik-menarik legitimasi antara negara dan kelompok separatis.
Gejolak di Papua terjadi pada Senin, kemarin pagi, sekitar pukul 07.00 WIT.
Bangunan lama SMP Negeri Kiwirok di Desa Sopamikma, Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang dilaporkan dibakar oleh tujuh orang bersenjata api yang diduga bagian dari KKB Kodap XV Ngalum Kupel.
Respons cepat datang dari aparat gabungan TNI-Polri dan Satgas Operasi Damai Cartenz.
Sekitar pukul 07.20 WIT, kontak tembak terjadi setelah terdengar satu kali letusan dari arah lokasi pembakaran.
Pertempuran singkat tak terhindarkan, namun kelompok bersenjata berhasil dipukul mundur ke arah Kampung Kotobib.
Setelah situasi terkendali, tim gabungan menyambangi pengungsian di Balai Desa Polobakon untuk memberi imbauan keamanan kepada warga.
“Penyerangan terhadap sekolah merupakan bentuk kejahatan yang tidak berperikemanusiaan. Fasilitas pendidikan adalah tempat anak-anak Papua menimba ilmu dan harapan masa depan mereka. Kami akan terus memantau agar kejadian seperti ini tidak terulang,” kata polisi dikutip dari Tribratanews.com, Selasa, 14 Oktober 2025/21 Rabiul Akhir 1447 H.
Aparat kini memperketat penjagaan di Kiwirok dan sekitarnya, memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan tanpa ancaman.
Stabilitas politik Papua yang kembali diguncang kali ini menggambarkan pesan politik dari kelompok bersenjata yang terus menolak legitimasi negara di tanah Papua.
Pola aksinya jelas: serang simbol-simbol negara, rusak fasilitas publik, munculkan ketakutan, dan ganggu fungsi pemerintahan.
Hingga kini, operasi militer dan pendekatan keamanan belum sepenuhnya menutup ruang bagi kelompok bersenjata untuk bergerak.
Kiwirok menjadi contoh terbaru bahwa Papua masih jauh dari tenang, dan stabilitas politiknya masih dalam ancaman laten.[]















