PANGLIMA TNI SAMBANGI MARKAS PPAD: SILATURAHMI DAN PESAN POLITIK DI TENGAH GEJOLAK NASIONAL

banner 468x60

CARAPOLITIK.COM | Jenderal TNI Agus Subiyanto turun langsung ke markas Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD) di Jalan Matraman, Jakarta Timur, pada Jumat, kemarin.

 

Disambut hangat oleh Plt Ketua Umum PPAD Mayjen Purn Komaruddin Simanjuntak dan jajaran, kehadiran Panglima bukan sekadar kunjungan formal.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

 

Ada Try Sutrisno di ruang transit, ada 116 purnawirawan yang hadir mendadak melebihi perkiraan, dan ada pesan politik yang terasa kental di balik suasana kekeluargaan.

 

Jenderal Agus tidak datang sendirian. Sejumlah asisten ikut mendampingi, masuk ke Aula Soerjadi, berhadapan dengan pengurus inti, alumni lintas angkatan, bahkan Kowad.

 

Dari panggung, Agus menegaskan purnawirawan bukan sekadar masa lalu TNI, melainkan “bagian keluarga besar” yang tak terpisahkan.

 

“Silaturahmi ini juga menjadi momentum penting untuk mempererat ikatan emosional antara prajurit aktif dengan purnawirawan, dalam semangat pengabdian tanpa henti demi kejayaan TNI dan terwujudnya Indonesia yang maju, berdaulat, serta sejahtera,” ujar Agus, dikutip dari suara.com, Sabtu, 13 September 2025/21 Rabiul Awal 1447 H.

 

Nada yang jelas: purnawirawan tetap harus terhubung dengan garis komando, apapun konteks politik nasional.

 

Plt Ketum PPAD Komaruddin menegaskan, organisasi dengan 243 ribu anggota ini bergerak dalam “politik kesejahteraan dan politik negara”.

 

Itu bukan basa-basi. Dari bakti sosial di Papua hingga dapur gizi gratis, dari rehabilitasi rumah veteran hingga menggalang kerjasama investasi garam, minyak goreng, dan transportasi – PPAD membuktikan dirinya bukan sekadar paguyuban nostalgia, melainkan instrumen sosial-ekonomi yang punya bobot politik.

 

“Politik PPAD adalah politik kesejahteraan dan politik negara. Dalam pengabdian kepada bangsa dan negara, kami fokus dengan itu,” tegas Komar.

 

PPAD bahkan sudah menggelar Halal Bihalal Presiden Prabowo bersama 1.200 purnawirawan. Agenda ke depan? Dialog langsung dengan Prabowo bertajuk PPAD Mendengar, ziarah ke Timor Leste, dan kerjasama strategis dengan Agrinas.

 

Di tengah laporan kerja dan cerita kegiatan sosial, Komar juga menyelipkan empat pesan almarhum Doni Monardo yang pada intinya: jangan konflik, jangan ganggu junior aktif, jangan minta jabatan, dan jangan berlama-lama di kursi pengurus.

 

Pesan yang terdengar sederhana, tapi jelas menegaskan garis batas: PPAD bukan alat rebutan posisi, tapi juga bukan penonton pasif.

 

Kunjungan Panglima ke PPAD di saat politik nasional tengah gonjang-ganjing bukan kebetulan.

 

Di balik salam hangat, ada sinyal penguatan barisan.

 

Purnawirawan adalah cadangan moral sekaligus modal politik.

 

Saat kursi kekuasaan bergeser, menjaga loyalitas mereka sama pentingnya dengan mengendalikan pasukan aktif.

 

Pertanyaannya: apakah silaturahmi ini sekadar penghormatan pada sesepuh, atau bagian dari kalkulasi kekuasaan jelang babak lanjutan pemerintahan Prabowo?[]

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60