Carapolitik.com Jakarta – Pengamat politik Egi Hendriawan menyoroti munculnya dugaan keterlibatan Ketua DPR RI Puan Maharani dalam sebuah video yang beredar di media sosial.
Video tersebut menampilkan sejumlah tokoh publik berada di sebuah ruang VIP, tampak tertawa, berjoget, dan mengangkat gelas minuman.
Menurut Egi, kemunculan video itu menjadi sorotan publik karena terjadi di tengah situasi sulit yang sedang dihadapi masyarakat, Jakarta 10 September 2025.
“Ketika rakyat kesulitan mencari beras dan masih berduka akibat peristiwa ojek online yang meninggal saat aksi menolak kenaikan gaji DPR, seharusnya para pimpinan DPR memiliki empati.
Jika benar video itu menampilkan Puan Maharani, sudah selayaknya beliau malu dan mempertimbangkan untuk mundur dari jabatannya,” ujar Egi.
Ia menilai, DPR RI yang selama ini mengusung aspirasi rakyat harus memberikan teladan, bukan justru memperlihatkan hal-hal yang berpotensi menyinggung perasaan masyarakat.
“PDI Perjuangan yang memiliki jargon wong cilik jangan sampai justru terlihat semakin jauh dari rakyat. Para pemimpin harus sadar diri dan memberi contoh yang baik,” tambahnya.
Di sisi lain, kondisi masyarakat kian tertekan dengan kelangkaan beras premium di pasaran.
Bersamaan dengan itu, gelombang penolakan terhadap kebijakan kenaikan gaji dan tunjangan DPR RI masih terus bergulir.
Kedua isu ini menambah keresahan publik dan mendorong tuntutan agar pemerintah serta parlemen lebih peka terhadap situasi.
Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya mengonfirmasi kebenaran video tersebut serta meminta klarifikasi dari pihak-pihak terkait.









