GEBRAKAN MENKEU BARU! PAKSA MEKANISME MARKET, MINIM RISIKO INFLASI

Ilustrasi mekanisme pasar (ist./freepik)
banner 468x60

CARAPOLITIK.COM | Sebanyak Rp200 triliun akan digunakan untuk secara otomatis memaksa mekanisme pasar dalam negeri. Masyarakat menerima uang dari perbankan dan perekonomian berputar.

Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia (Menkeu RI), Purbaya Yudhi Sadewa dalam jumpa pers usai menghadap Presiden Prabowo Subianto di Istana, Jakarta, Rabu malam, 10 September 2025/19 Rabiul Awal 1447.

“Sudah setuju,” kata Menkeu Purbaya, memastikan agenda gelontoran 200 triliun rupiah tersebut.

Rp200 triliun itu, adalah bagian dari Rp425 triliun duit nganggur pemerintah di Bank Indonesia.

Dalam bahasa resmi, duit nganggur ini adalah Saldo Anggaran Lebih (SAL) dan Sisa Lebih Pembayaran Anggaran (SiLPA) sebesar Rp425 triliun yang saat ini disimpan di Bank Indonesia sebagai rekening pemerintah.

Alur gebrakan Menkeu Purbaya membuat perekonomian masyarakat bisa berputar ini adalah; Rp200 triliun tadi disalurkan ke perbankan lalu perbankan menyalurkannya ke masyarakat dalam bentuk kredit.

Menurut Purbaya, perbankan tak punya pilihan kecuali menyalurkannya dalam bentuk kredit untuk masyarakat.

Jadi, lanjutnya, “Kita memaksa market mekanisme berjalan,”.

Terkait upaya memaksa mekanisme market ini, Purbaya meyakini, gelontoran Rp200 triliun untuk masyarakat via perbankan ini tak akan memicu hiper inflasi.

Seperti diketahui, Purbaya adalah Menkeu baru pengganti Sri Mulyani yang kena reshuffle. Sertijab Menkeu berlangsung pada Selasa, 9 September 2025.[]

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60