CARAPOLITIK.COM | Presiden Prabowo Subianto kembali mencuri perhatian lewat gaya bicaranya yang lugas, penuh humor, tapi sarat makna politik.
Dalam pidatonya di Musyawarah Nasional (Munas) Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Prabowo secara terbuka mencandai Menteri Ketenagakerjaan, Prof. Yassierli.
“Silakan duduk! Sudah hampir setahun (pemerintahan ini, red). Sudah, santai aja, Pak. Rileks!” seloroh Prabowo disambut riuh hadirin.
“Kopasus itu dulu…!” sambung mantan Danjen Kopassus itu sebagaimana dikutip carapolitik.com, 1 Oktober 2025/9 Rabiul Akhir 1447 H.
Dari Komandan Kopassus ke Presiden RI
Prabowo ingin menunjukkan transformasinya.
Dulu Ia dikenal keras, disiplin, bahkan garang sebagai komandan pasukan elit Kopassus.
Namun kini Ia menegaskan dirinya adalah seorang presiden yang memimpin bangsa dengan pendekatan yang tidak melulu militeristik.
Tegas tapi Santai
Pidato Prabowo di Munas PKS memang sarat dengan isu serius.
Ia mengungkap kebocoran negara ratusan triliun akibat korupsi tambang ilegal, mengklaim menyelamatkan Rp300 triliun dalam setahun, hingga meluncurkan sovereign wealth fund Danantara Indonesia dengan aset lebih dari USD 1 triliun.
Namun di sela keseriusan itu, Prabowo sengaja menyelipkan humor – sindiran yang mengendap sebagai pesan politik.
Ketika Ia bilang “Kopassus itu (saya yang zaman, red) dulu…!”, publik melihat sisi lain dari Prabowo: seorang pemimpin yang bisa menertawakan dirinya.
Candaan Prabowo ini bisa dibaca dalam 2 dimensi:
1. Transformasi pribadi – Prabowo menegaskan dirinya sudah beralih dari gaya militeristik ke kepemimpinan sipil yang lebih humanis.
2. Sinyal ke publik – Prabowo ingin menampilkan diri sebagai pemimpin yang tegas, tapi tidak kaku; keras melawan korupsi, namun cair dalam gaya komunikasi.
Kalimat “Sudah, santai aja, Pak. Rileks! Kopasus itu dulu…!” menjadi punchline politik yang akan diingat publik.
Itu bukan hanya lelucon, melainkan kode keras mengenai transformasi dirinya.
Prabowo menunjukkan kesadaran bahwa di era kepemimpinan sipil, keberanian harus dibarengi dengan kelenturan.
Dan di situlah bedanya seorang komandan Kopassus dengan seorang Presiden.[]
(Gambar: Presiden Prabowo Subianto dalam Munas PKS di Jakarta, Senin, 29 September 2025 | PKS TV)















