Prabowo Sebut AHY Penerus SBY di Munas PKS: Sinyal Politik Baru di Tengah Isu Gibran

banner 468x60

CARAPOLITIK.COM | Pernyataan Presiden Prabowo Subianto dalam Musyawarah Nasional (Munas) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Hotel Sultan, Jakarta, 28–29 September 2025, jelas bukan sekadar formalitas politik.

 

Menyebut Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai “penerus SBY” dalam forum strategis itu adalah sinyal terbuka: Demokrat bukan sekadar mitra koalisi, tapi pilar yang ingin dipertegas posisinya dalam orbit kekuasaan Prabowo.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

 

“Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah Republik Indonesia—yang juga adalah Ketua Umum Partai Demokrat—saudara Agus Harimurti Yudhoyono, lebih dikenal AHY, penerus SBY.” kata Prabowo sebagaimana dikutip carapolitik.com dari siaran resmi PKS, Kamis, 2 Oktober 2025/10 Rabiul Akhir 1447 H.

 

Kalimat Presiden Prabowo ini sarat pesan: AHY tidak lagi sekadar anak mantan presiden, tapi disematkan sebagai penerus sah dari garis politik Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

 

Ironinya, sejarah mencatat SBY adalah bagian dari Dewan Kehormatan Perwira (DKP) yang pada 1998 merekomendasikan pemberhentian Prabowo dari militer akibat tuduhan penculikan aktivis pro-demokrasi.

 

Kini, dua dekade lebih berselang, justru anak SBY yang dipromosikan langsung oleh Prabowo di panggung politik nasional.

 

Politik Indonesia sekali lagi menunjukkan wajahnya yang pragmatis: musuh lama bisa jadi sekutu strategis, demi stabilitas kekuasaan.

 

Di sisi lain, spekulasi penggantian Gibran Rakabuming Raka sebagai wakil presiden masih bergaung, setidaknya dari ijazah pendidikan Gibran yang disoal.

 

Forum Purnawirawan TNI disebut pernah menggulirkan wacana MPR untuk mengganti Gibran, tapi tak punya dasar konstitusional yang kuat.

 

Skenario nama AHY atau bahkan Puan Maharani disebut-sebut sebagai alternatif, namun sejauh ini sebatas skenario akademis, belum terlihat sebagai peta jalan politik nyata.

 

Yang lebih penting dibaca adalah pola komunikasi Prabowo.

 

Dengan menegaskan AHY sebagai penerus SBY di forum PKS, Prabowo seolah memberi “uji panggung” untuk Demokrat—menegaskan posisinya bukan sekadar partai pelengkap, melainkan bagian dari suksesi politik jangka panjang.

 

Publik tentu akan menafsirkan: apakah ini sekadar simbol persahabatan politik, atau langkah awal membangun narasi AHY sebagai calon penerus kekuasaan?

 

Pada akhirnya, yang terlihat jelas adalah bahwa politik Indonesia bukan dibangun di atas memori konflik masa lalu, melainkan transaksi kebutuhan hari ini.

 

Dari bayang-bayang DKP ke panggung Munas PKS, AHY kini resmi dipajang sebagai figur strategis dalam orbit Prabowo.

 

Sementara itu, Gibran masih menjadi bagian tak tergoyahkan dari duet ini—kecuali ada gempa politik besar yang benar-benar mengubah peta kekuasaan.[]

(Gambar: tangkapan layar video PKS TV)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60