Ulta Levina Peringatkan: Revolusi Tak Pernah Datang Tanpa Harga Mahal

Ulta Levina Peringatkan: Revolusi Tak Pernah Datang Tanpa Harga Mahal
Keterangan Foto : Pengamat geopolitik Ulta Levina.
banner 468x60

CARAPOLITIK.COM | Pengamat geopolitik, Ulta Levina mengungkap potensi keterlibatan kekuatan asing dalam serangkaian demonstrasi di berbagai negara, termasuk Indonesia.

 

Dalam diskusi di kanal YouTube Politik Cerdas, Ulta menyebut Prabowo Subianto dan sejumlah elite politik Tanah Air kini menjadi target operasi intelijen asing.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

 

“Pola intervensi ini sebenarnya sudah lama ada. Pergantian rezim lewat operasi intelijen jauh lebih murah daripada invasi militer,” ujar Ulta, merujuk pada fenomena yang dikenal sebagai Color Revolution, 20 September 2025.

 

Ia menyinggung gelombang protes di Nepal, Inggris, Prancis, hingga Timor Leste, yang dinilai punya kemiripan pola: pendanaan asing lewat LSM, pemanfaatan media sosial, dan mobilisasi kelompok muda seperti Gen Z yang rentan terhadap isu-isu viral.

 

Ulta mengaitkan fenomena ini dengan persaingan dua kekuatan besar dunia: Amerika Serikat dan Tiongkok.

 

Sejak Tiongkok naik sebagai kekuatan ekonomi global, Washington disebut semakin agresif mempertahankan pengaruhnya, terutama di negara-negara strategis seperti Indonesia.

 

“Indonesia dengan 286 juta penduduk dan posisi geopolitik penting jadi rebutan. Apalagi Prabowo dinilai dekat dengan BRICS yang digawangi Tiongkok dan Rusia,” katanya sebagaimana dikutip carapolitik.com, Sabtu 20 September 2025/28 Rabiul Awal 1447 H.

 

Ulta juga menyinggung insiden penembakan diplomat Indonesia di Peru sebagai sinyal serius bahwa konflik kepentingan global mulai menyentuh level diplomasi.

 

Ia menutup dengan peringatan bahwa seruan revolusi yang kerap muncul di media sosial berpotensi membawa risiko besar.

 

“Sejarah menunjukkan revolusi sering berakhir dengan kekacauan dan korban jiwa massal. Jangan main-main dengan itu,” ujarnya.[]

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60