Bendungan Jragung, Proyek Strategis Rp3 Triliun Jadi Senjata Politik dan Ekonomi di Era Ahmad Luthfi

Ilustrasi bendungan. (Gambar Dam at Ter river. Sau reservoir, Catalonia | ist. freepik)
banner 468x60

CARAPOLITIK.COM | Jawa Tengah dibawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi bakal mencatat sejarah baru lewat rampungnya Bendungan Jragung di Kabupaten Semarang.

 

Proyek senilai Rp3 Triliun ini disebut-sebut sebagai infrastruktur multi-purpose yang menggabungkan fungsi irigasi, air baku, pengendalian banjir, hingga energi terbarukan.

 

Menurut data Kementerian PU, per Agustus 2025 progres pembangunan Bendungan Jragung sudah mencapai 87,8% dan ditargetkan selesai pada September 2026.

 

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bendungan ini masuk kategori “irigasi premium”.

 

“Kalau ada bendungan, ada irigasinya, kita bisa mengharapkan 3 kali tanam,” kata Menteri Dody dikutip dari laman sahabat.pu.go.id, Senin, 6 Oktober 2025/14 Rabiul Akhir 1447 H.

 

Proyek yang digarap sejak 2020 oleh BBWS Pemali Juana ini akan:

 

  • Mengairi 4.528 hektare sawah di Demak dan Grobogan.
  • Menyediakan suplai air baku 1.000 liter/detik (Semarang 400, Grobogan 250, Demak 350).
  • Mengendalikan banjir di area seluas 3.858 hektare.
  • Dikembangkan menjadi PLTS 90 MW dan PLTMH 1,4 MW.

 

Secara politik, penyelesaian Bendungan Jragung akan menambah catatan penting bagi Ahmad Luthfi sebagai Gubernur Jateng.

 

Meski proyek dimulai sejak 2020, rampungnya di masa jabatannya akan tercatat sebagai legacy daerah.

 

Lebih jauh, keberadaan bendungan ini diyakini memperkuat branding pemerintah pusat yang tengah mendorong swasembada pangan dan energi hijau.

 

Narasi “irigasi premium” dan pola tanam **Padi-Padi-Palawija** bisa jadi kartu politik yang kuat, terutama menjelang tahun-tahun politik berikutnya.[]

banner 300x250
banner 468x60