CARAPOLITIK.COM | Menteri Koperasi dan UKM Ferry Juliantono melakukan kunjungan kerja perdananya ke Kabupaten Lebak, kemarin.
Di Plaza Lebak, Ia meresmikan operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Girimukti, Cilograng, serta KDMP HUB Lebak.
Acara ini disambut hangat Bupati Lebak Hasbi Jayabaya, jajaran Forkopimda, perwakilan Pemprov Banten, dan ratusan undangan.
Dalam pidatonya, Ferry menegaskan arah baru koperasi: membuka peluang pengelolaan tambang dan mineral bagi koperasi dengan batas maksimal 2.500 hektar.
“Hal ini supaya masyarakat dapat merasakan hasil tambang dan mineral,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima pada Sabtu, 13 September 2025/21 Rabiul Awal 1447 H.
Dengan langkah ini, koperasi tidak hanya jadi urat nadi ekonomi desa, tapi juga pintu kesejahteraan di sektor strategis.
Ferry juga menyoroti potensi besar Koperasi Desa Merah Putih di Lebak, dengan jumlah mencapai 344 unit.
Sebagian akan mendapat dukungan dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB).
“Kita akan jadikan Kabupaten Lebak percontohan dan prioritas dalam pengembangan Koperasi Desa Merah Putih, sekaligus mendorong agar koperasi desa mendapat harga agen sehingga bisa menjual ke warung-warung dan UMKM,” ujarnya.
Bupati Lebak Hasbi Jayabaya menyambut penuh optimisme.
Menurutnya, kehadiran Koperasi Desa Merah Putih Girimukti akan memperkuat 340 desa dan 5 kelurahan di wilayahnya.
“Mari kita hidupkan kembali melalui Koperasi Desa Merah Putih, karena ini salah satu program Presiden Bapak Prabowo yang selalu pro rakyat,” tegas Hasbi.
Hasbi juga mengungkapkan, dari 1,5 juta penduduk Lebak, masih ada lebih dari 128 ribu warga dalam kategori hampir miskin hingga miskin ekstrem.
Ia berharap Koperasi Desa Merah Putih dapat menjadi jalan keluar.
“Mari kita sama-sama membangun desa kita masing-masing dan memelihara harapan masyarakat melalui Koperasi Desa Merah Putih sesuai potensi desa,” pungkasnya.
Kunjungan perdana Ferry di Lebak mempertegas posisi Koperasi Desa Merah Putih sebagai motor baru pembangunan desa.
Dengan masuknya koperasi ke sektor tambang, peluang pemerataan ekonomi terbuka lebih lebar.
Dukungan penuh pemerintah pusat dan daerah menunjukkan bahwa Lebak bukan sekadar penerima program, tapi diarahkan sebagai model nasional.
Jika konsisten dijalankan, Koperasi Desa Merah Putih berpotensi menjadi tonggak baru pemberdayaan desa: koperasi tidak lagi dipandang kecil, melainkan pemain utama yang membawa masyarakat masuk ke arus besar ekonomi nasional.[]
(Foto adalah gambar limbah pengolahan tambang emas ilegal di Lebak, Banten)








