Prabowo Terungkap Dikorbankan, Tapi Kini Kendalikan Panggung Kekuasaan 

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 80?
banner 468x60

CARAPOLITIK.COM | Polemik lama soal peran Prabowo Subianto dalam tragedi 1998 kembali mencuat.

 

Dalam sebuah dialog terbuka, Refly Harun berbincang dengan Eros Djarot yang mengaku mendengar langsung keluhan Prabowo soal posisinya kala itu.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

 

“Demi ALLAH Mas Eros, bukan w yang bunuh orang-orang itu. Mungkin karena w gak bunuh w dipecat. Si itu tuh (pelakunya, red). Dia itu (yang melakukan, red) semua,” ungkap Eros menirukan curcol Prabowo sebagaimana dikutip carapolitik.com, Jumat, 3 Oktober 2025/11 Rabiul Akhir 1447 H.

 

Dalam podcast Refly Harun itu, Prabowo disebut juga menegaskan dirinya tak mungkin melanggar prinsip perang; “Lu tahu kan, Mas, gue nggak bisa nembak, orang yang nggak bersenjata w tembak ya nggak mungkin, Mas. Itu melanggar konvensi Jenewa.”

 

Bahkan, menurut versi Eros, Prabowo merasa justru dipecat karena tak mengeksekusi perintah dengan cara “habisi”.

 

“Mungkin gue dipecat gara-gara gue nggak bunuh, abisin. Diperintahkan untuk selesaikan ya gue selesaikan dengan cara gue,” terang Prabowo pada Eros.

 

Karier Militer Terganjal

Prabowo, kala itu Panglima Kostrad, dicopot dari jabatan strategisnya oleh Presiden BJ Habibie dan dipindahkan ke Bandung sebagai Komandan Sesko ABRI, menurut salah satu versi.

 

Tak lama, Dewan Kehormatan Perwira (DKP) dibentuk untuk mengusut dugaan keterlibatan Prabowo dalam penculikan aktivis pro-demokrasi 1998.

 

Penelusuran daring mencatat, DKP berisi tujuh jenderal berpengaruh, antara lain; Djamari Chaniago, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan sejumlah nama lain.

 

DKP menyimpulkan Prabowo melakukan kesalahan berat dan merekomendasikan pemberhentiannya.

 

Versi lain menyebut, rekomendasi DKP itu lah yang membuat Presiden Habibie kemudian mengeluarkan Keppres pada 20 November 1998 untuk memberhentikan Prabowo dari dinas ABRI.

 

Politik Balik Arah

Ironisnya, dua dekade lebih kemudian, Prabowo justru merangkul eks-DKP ke lingkaran kekuasaan.

 

Djamari Chaniago kini menjabat Menko Polkam di kabinetnya, sementara SBY, meski tak lagi di pemerintahan, mendorong putranya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), masuk ke kabinet sebagai Menko Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah.

 

Fakta ini menggarisbawahi satu hal: politik Indonesia punya cara aneh menyatukan “kawan sekaligus lawan.”.

 

Publik kini bisa melihat bahwa Prabowo bukan sekadar “terdakwa sejarah,” melainkan juga pemain utama yang akhirnya menaklukkan panggung kekuasaan.[]

(Gambar: Prabowo Subianto. | Dok. Istimewa/internet)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60