Carapolitik.com Jakarta – Analisa Chairman Rockefeller Ruchir Sharma mematahkan klaim pemerintah soal pertumbuhan ekonomi Indonesia yang disebut stabil di kisaran 5 persen. Dalam diskusi di Jakarta, ia menegaskan tak ada bukti konkret mendukung angka tersebut.
“Data konsumsi mobil, semen, hingga kinerja pasar saham justru menunjukkan perlambatan signifikan. Kalau ekonomi benar tumbuh 5 persen, indikator-indikator ini mestinya ikut naik,” ujarnya, Senin (17/9).
Menurut Ruchir Sharma perlambatan ekonomi Indonesia sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu, diperparah oleh fenomena China shock.
Masuknya barang murah dari Tiongkok memang menguntungkan konsumen, tapi memukul sektor manufaktur dan industri dalam negeri.
Ia juga menyoroti kebijakan pemerintah yang dinilai terlalu fokus pada belanja sosial ketimbang investasi infrastruktur dan deregulasi. Padahal, negara-negara Asia Timur seperti Korea Selatan dan Taiwan mampu tumbuh pesat karena disiplin fiskal, investasi tinggi, dan minim intervensi pemerintah.
Ruchir Sharma menyebut reformasi struktural, deregulasi, serta fokus menciptakan lapangan kerja mendesak dilakukan.
“Tanpa langkah berani, sulit melihat Indonesia kembali ke pertumbuhan 7–8 persen seperti yang diimpikan,” Pungkasnya..







