CARAPOLITIK.COM | Pemerintah dalam hal ini Kemendagri menyerahkan empat unit rumah subsidi gratis kepada keluarga korban meninggal dalam unjuk rasa 29 Agustus 2025 di Makassar.
Serah terima berlangsung di Perumahan Grand Sulawesi Bontomarannu, Gowa, Sulawesi Selatan, Kamis, 11 September 2025.
Keterangan Puspen Kemendagri yang diterima pada Sabtu, 13 September 2025/21 Rabiul Awal 1448 H menyebut, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyatakan bahwa bantuan ini bagian dari tanggungjawab negara.
Pemerintah tidak hanya mengelola situasi pasca-demonstrasi, tapi juga memberi kompensasi nyata bagi keluarga yang kehilangan anggota.
Empat keluarga korban menerima rumah, setelah sebelumnya langkah serupa diberikan kepada keluarga korban di Jakarta.
Arahan Presiden Prabowo jelas: negara harus segera merespons korban dan kerusakan akibat gelombang unjuk rasa yang menewaskan 10 orang, termasuk ASN dan pengemudi ojek daring.
Bantuan rumah ini adalah instrumen politik pemulihan. Nyawa tidak bisa diganti, tapi pemerintah perlu menunjukkan keberpihakan agar krisis tidak berlarut.
Di balik penyerahan kunci rumah, ada pesan politik yang lebih keras: negara tidak ingin tragedi serupa berulang.
Kompensasi ini bukan hanya santunan, melainkan upaya meredam luka sosial dan menjaga legitimasi pemerintah di tengah potensi ketidakpuasan publik.
Negara hadir, sekaligus memperingatkan—konflik jalanan ada harganya, dan pemerintah bertekad mengendalikan narasinya.
Seperti diketahui, demonstrasi terjadi di berbagai daerah di Indonesia pada akhir Agustus 2025. Sejumlah orang tewas dalam rangkaian demonstrasi itu.[]













